RFID

09.14
       RFID merupakan suatu metode untuk mengenali suatu objek yang di lengkapi dengan label RFID dengan memanfaatkan frekuensi transmisi radio dengan menggunakan RFID transponder. Secara umum terdapat dua komponen utama didalam sistem RFID yaitu tag atau transponder dan reader yang terhubung ke sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai pengolah data.

Gambar 2.2 Komponen Utama Dalam Sistem RFID(Adityo Sumantri dkk)

       Pada gambar 2.2 di atas dapat dilihat cara kerja dari sistem RFID Tag atau label RFID yang di gunakan adalah jenis label pasif yang tidak di lengkapi dengan sumber daya. Label ini mendapatkan dayanya dari reader. Pada saat RFID tag berada dalam jangkauan gelombang elektromagnetik dari RFID reader, kumparan pada RFID tag akan menerima energy yang dipancarkan oleh RFID reader. Energy tersebut digunakan sebagai catu daya dan sinyal trigger, dan akan mengaktifkan RFID tag(yang secara otomatis akan memancarkan data sekuensial melalui kumparan pada RFID tag).
       
       Data tersebut merupakan ID yang telah dimodulasi sesuai dengan tag tersebut. Informasi tersebut akan di terima oleh RFID reader dan kemudian di-encoding sehingga RFID reader akan mendapatkan ID dari RFID tag tersebut yang dibawa secara nirkabel serta sekaligus meneruskan informasi ke aplikasi atau software untuk dilakukan pengolahan.

RFID Tag
       RFID tag merupakan komponen yang diletakkan pada objek yang akan diidentifikasi oleh RFID reader. Komponen ini terbuat dari chipsilicon yang dilengkapi sebuah antena kecil dan memori yang dapat menyimpan dan mengambil data dari RFID reader. Kontak antara RFID tag dengan reader dilakukan secara nirkabel. Kode-kode RFID tag dapat dibaca pada jarak cukup jauh dan memiliki nomor yang unik.

Berdasarkan catu daya maka system RFID tag ini dapat dibagi menjadi tiga jenis antara lain adalah RFID tag Aktif, RFID tag Pasif, RFID tag Semi-Pasif.

RFID Reader
       RFID reader merupakan komponen pengidentifikasi pada system RFID. Informasi yang terdapat di dalam RFID tag hanya dapat diperoleh pada saat RFID tag telah dibaca oleh perangkat RFID reader. Prinsip kerja RFID reader serupa dengan transceiver radio, yaitu memancarkan dan menerima sinyal. RFID reader akan selalu memancarkan gelombang elektromagnetik. Jika ada RFID tag yang berada dalam jangkauan RFID reader, maka RFID tagakan memberikan informasi ke RFID reader dan kemudian RFID reader akan meneruskan informasi tersebut ke middleware atau software.

Frekuensi Kerja
       Frekuensi kerja system RFID merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam mendesain system dengan RFID. Frekuensi inilah yang di gunakan untuk jalur komunikasi antara RFID reader dan RFID tag. Ada empat alokasi frekuensi yang di gunakan pada RFID yaitu: Low Frequency (LF) yang berada pada kisaran 125 hingga 134 kHz, High Frequency (HF) pada 13,56 MHz, Ulra High Frequency(UHF) pada kisaran 860 hingga 960MH, dan gelombang mikro dengan frekuensi 2,45 GHz.
       Frekuensi rendah umumnya digunakan pada tag pasif, sementara frekuensi tinggi digunakan pada tag aktif. Pada frekuensi rendah, tag pasif tidak dapat mentransmisikan data dengan jarak jauh, sebab keterbatasan daya yang diperoleh dari induksi medan elektromagnetik RFID reader. Jarak komunikasi yang lebih jauh bisa diperileh dengan menggunakan frekuensi tinggi.

       Pada perkembangan zaman sekarang ini RFID semakin sering digunakan. RFID dapat kita temukan diimplementasikan dibeberapa instansi seperti perguruan tinggi, perkantoran, dan bahkan mulai diterapkan dalam sistem cerdas robotik sebagai inovasi teknologi terbaru menggantikan peran sistem sistem manual yang biasa beredar di masyarakat.

Sensor LDR

08.59
       Sensor adalah device atau komponen elektronika yang digunakan untuk mengubah besaran fisik sehingga bisa dianalisa dengan menggunakan rangkaian listrik. Sebagai contoh, sensor cahaya adalah sensor yang cara kerjanya mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik.

       Sensor cahaya adalah alat yang digunakan untuk mengubah cahaya menjadi besaran listrik. Sensor LDR adalah salah satu sensor cahaya yang merupakan suatu element yang konduktifitasnya berubah-ubah tergantung dari intensitas cahaya yang diterima permukaan element tersebut.



Karakteristik Sensor LDR
Krakteristik LDR terdiri dari dua macam yaitu Laju Recivery dan Respon Spektral :
1. Laju Recovery
Bila sebuah LDR dibawa dari suatu ruangan dengan level kekuatan cahaya tertentu ke dalam suatu ruangan yang gelap, maka bisa kita amati bahwa nilai resistansi dari LDR tidak akan segera berubah resistansinya pada keadaan ruangan gelap tersebut. Na-mun LDR tersebut hanya akan bisa mencapai harga di kegelapan setelah mengalami selang waktu tertentu. Laju recovery merupakan suatu ukuran praktis dan suatu kenaikan nilai resistansi dalam waktu tertentu.
Harga ini ditulis dalam K/detik, untuk LDR tipe arus harganya lebih besar dari 200K/detik(selama 20 menit pertama mulai dari level cahaya 100 lux), kecepatan tersebut akan lebih tinggi pada arah sebaliknya, yaitu pindah dari tempat gelap ke tempat terang yang memerlukan waktu kurang dari 10 ms untuk mencapai resistansi yang sesuai dengan level cahaya 400 lux.
2. Respon Spektral
LDR tidak mempunyai sensitifitas yang sama untuk setiap panjang gelombang cahaya yang jatuh padanya (yaitu warna). Bahan yang biasa digunakan sebagai penghantar arus listrik yaitu tembaga, aluminium, baja, emas dan perak. Dari kelima bahan tersebut tembaga merupakan penghantar yang paling banyak, digunakan karena mempunyai daya hantaryang baik

Prinsip Kerja Sensor LDR
       Resistansi LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya atau yang ada disekitarnya. Dalam keadaan gelap resistansi LDR sekitar 10MΩ dan dalam keadaaan terang sebesar 1KΩ atau kurang. LDR terbuat dari bahan semi konduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.

Sensor Ultrasonik HC-SR04

08.03

Sebelum kita mulai masuk pada perancangan robot, ada baiknya kita mengenali dulu komponen kompoen penting dalam membangun sebuah sistem cerdas berupa robot. salah satu komponen penting dalam membangun sistem cerdas robotik ini adalah sensor. Dan pada postingan ini kita akan membahas salah satu sensr yang paling sering digunaan, yaitu sensor ultrasonik. berikut penjelasannya :
HC-SR04 adalah Sensor Ultrasonik yang memiliki dua bagian, yaitu bagian echo dan triger dimana kedua bagian itu berfungsi sebagai pembangkit gelombang ultrasonik dan penerima gelombang. Sensor ultrasonik adalah sensor yang dapat mendeteksi gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi di atas kisaran frekuensi pendengaran manusia.




Fungsi Pin-pin HC-SR04
1.    VCC = 5V Power Supply. Pin sumber tegangan positif sensor.
2.    Trig = Trigger/transmiter. Pin ini yang digunakan untuk membangkitkan sinyal ultrasonik.
3.    Echo = Receive/penerima. Pin ini yang digunakan untuk mendeteksi sinyal pantulan ultrasonik.
4.    GND = Ground/0V Power Supply. Pin sumber tegangan negatif sensor.

Karakteristik HC-SR04
1.    Tegangan sumber operasi tunggal 5.0 V.
2.    Konsumsi arus 15 mA.
3.    Frekuensi operasi 40 KHz.
4.    Minimum pendeteksi jarak 0.02 m (2 cm).
5.    Maksimum pendeteksian jarak 4 m.
6.    Sudut pantul gelombang pengukuran 15 derajat.
7.    Minimum waktu penyulutan 10 mikrodetik dengan pulsa berlevel TTL
8.    Pulsa deteksi berlevel TTL dengan durasi yang bersesuaian dengan jarak deteksi.
9.    Dimensi 45 x 20 x 15 mm.
 demikian  penjelasan sensor ultrasonik pada postingan kali ini. Untuk lebih lengkapnya kita akan bahas pada postingan selanjutnya..